Penerapan Pancasila Pada Masa Orde Lama ( 1959-1966) Perkembangan gagasan tentang Demokrasi Terpimpin dimulai pada 21 Februari 1957...
Penerapan Pancasila Pada Masa Orde
Lama ( 1959-1966)
Perkembangan gagasan tentang Demokrasi Terpimpin dimulai pada 21 Februari 1957 Soekarno mengusulkan konsepsi Demokrasi Terpimpin yang merupakan bentuk pemerintahan yang dinilai cocok dengan kepribadian Indonesia. Pemerintah didasarkan pada cabinet gotong royong (terdiri dari partai-partai besar) dan dewan nasional (terdiri dari golongan fungsional seperti pemuda, kaum buruh, kaum tani, kaum agama, dll). Gagasan demokrasi terpimpin mendapat dukungan PNI, PKI, Murba dan beberapa partai kecil lainnya namun ditentang oleh PSI, Masyumi, NU dan partai Khatolik.
Demokrasi terpimpin berlangsung di Indonesia sejak
dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Masa ini menggantikan masa
Demokrasi Liberal yang terbukti tida cocok dengan kehidupan demokrasi bangsa
Indonesia. Pengertian Demokrasi Terpimpin menurut UUD 1945 adalah “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Artinya, kekuasaan
terbesar negara berada pada Majelis Permusyawaratan Rakyat. Namun, dalam
pelaksanaannya, konsep Demokrasi Terpimpin berkembang menjadi sebuah demokrasi
yang ditandai adanya pemusatan kekuasaan pada presiden. Hal ini tentu saja
berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan politik dan pemerintahan bangsa
Indonesia.
Demokrasi terpimpin
dicetuskan oleh Presiden Soekarno karena
banyaknya gerakan separatis yang menyebabkan ketidakstabilan negara,
tersendatnya pembangunan ekonomi karena sering terjadinya pergantian kabinet
sehingga program pembangunan yang dirancang oleh kabinet tidak berjalan secara
utuh, serta badan konstituante yang gagal menjalankan tugasnya untuk menyusun
UUD. Oleh karena itu, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden pada
tanggal 5 Juli 1959.
Walalupun
konstitusi negara sudah kembali pada UUD NRI Tahun 1945, namun pelasanaannya
masih terdapat penyimpanan terhadap UUD NRI Tahun 1945.
Beberapa
penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945, di antaranya sebagai
berikut:
a. Presiden Soekarno ditetapkan sebagai Presiden
seumur hidup yang menyebabkan kekuasaan
presiden semakin besar dan tidak terbatas.
b. Presiden membubarkan
DPR hasil Pemilu 1955.
c. Presiden membentuk MPRS yang anggota-anggotanya
terdiri atas anggota DPR-GR, utusan daerah, dan utusan golongan yang semuanya
diangkat serta diberhentikan oleh presiden.
Pada periode ini, terjadi Pemberontakan PKI tanggal
30 September 1965 yang dipimpin oleh D.N Aidit. Tujuan pemberontakan ini adalah
menjadikan negara Indonesia sebagai negara komunis yang berkiblat ke negara Uni
Soviet serta mengganti Pancasila dengan paham komunis. Pemberontakan ini dapat
digagalkan. Semua pelakunya berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman sesuai
dengan perbuatannya
![]() |
| Peristiwa G30SPKI |
1. Sejarah Singkat G30S/PKI
G30S merupakan gerakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis. Gerakan ini dipimpin oleh DN Aidit yang saat itu merupakan ketua dari Partai Komunis Indonesia
Pada 1 Oktober 1965 dini hari, Letkol Untung yang merupakan anggota Cakrabirawa (pasukan pengawal Istana) memimpin pasukan yang dianggap loyal pada Partai Komunis Indonesia.
Gerakan ini mengincar perwira tinggi TNI AD Indonesia. Tiga dari enam orang yang menjadi target langsung dibunuh di kediamannya. Sedangkan lainnya diculik dan dibawa menuju Lubang Buaya.
Jenazah ketujuh perwira TNI AD itu ditemukan selang beberapa hari kemudian.
2. Pejabat Tinggi yang Menjadi Korban
Keenam perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjadi korban dalam peristiwa ini adalah:
- Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani
- Mayor Jendral Raden Soeprapto
- Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono
- Mayor Jendral Siswondo Parman
- Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan
- Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo
Sementara itu, Panglima TNI AH Nasution yang menjadi target utama berhasil meloloskan diri. Tapi, putrinya Ade Irma Nasution tewas tertembak dan ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean diculik dan ditembak di Lubang Buaya.
Keenam jenderal di atas beserta Lettu Pierre Tendean kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Sejak berlakunya UU Nomor 20 tahun 2009, gelar ini juga diakui sebagai Pahlawan Nasional.
Selain itu, beberapa orang lainnya juga menjadi korban pembunuhan di Jakarta dan Yogyakarta. Mereka adalah:
- Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun
- Kolonel Katamso Darmokusumo
- Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto
G30S merupakan gerakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis. Gerakan ini dipimpin oleh DN Aidit yang saat itu merupakan ketua dari Partai Komunis Indonesia
Pada 1 Oktober 1965 dini hari, Letkol Untung yang merupakan anggota Cakrabirawa (pasukan pengawal Istana) memimpin pasukan yang dianggap loyal pada Partai Komunis Indonesia.
Gerakan ini mengincar perwira tinggi TNI AD Indonesia. Tiga dari enam orang yang menjadi target langsung dibunuh di kediamannya. Sedangkan lainnya diculik dan dibawa menuju Lubang Buaya.
Jenazah ketujuh perwira TNI AD itu ditemukan selang beberapa hari kemudian.
2. Pejabat Tinggi yang Menjadi Korban
Keenam perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjadi korban dalam peristiwa ini adalah:
- Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani
- Mayor Jendral Raden Soeprapto
- Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono
- Mayor Jendral Siswondo Parman
- Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan
- Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo
Sementara itu, Panglima TNI AH Nasution yang menjadi target utama berhasil meloloskan diri. Tapi, putrinya Ade Irma Nasution tewas tertembak dan ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean diculik dan ditembak di Lubang Buaya.
Keenam jenderal di atas beserta Lettu Pierre Tendean kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Sejak berlakunya UU Nomor 20 tahun 2009, gelar ini juga diakui sebagai Pahlawan Nasional.
Selain itu, beberapa orang lainnya juga menjadi korban pembunuhan di Jakarta dan Yogyakarta. Mereka adalah:
- Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun
- Kolonel Katamso Darmokusumo
- Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto
3.
Diperingati Pada Zaman Orde Lama
Pada era pemerintahan Presiden Soeharto, G30S/PKI selalu diperingati setiap tanggal 30 September. Selain itu, pada tanggal 1 Oktober juga diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Untuk mengenang jasa ketujuh Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa ini, Soeharto juga menggagas dibangunnya Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Pada era pemerintahan Presiden Soeharto, G30S/PKI selalu diperingati setiap tanggal 30 September. Selain itu, pada tanggal 1 Oktober juga diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Untuk mengenang jasa ketujuh Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa ini, Soeharto juga menggagas dibangunnya Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Ciri-ciri demokrasi terpimpin:
a. Didominasi
oleh kepribadian Soekarno dengan memposisikan diri seperti raja jawa pada masa
prakolonial
b. Prakarsa
pelaksanaannya bersama-sama dengan pimpinan angkatan darat
c. Revolusi
yang berkesinambungan dan mobiliasi massa
Perkembangan Kehidupan Politik dan Pemerintahan
Pasca Dekrit Presiden 5 Juli 1959
1. Pembentukan
cabinet kerja
2. Penetapan
pidato presiden tentang Manipol USDEK sebagai GBHN dan penetapan presiden
seumur hidup
3. Penetapan
MPRS
4. Pembentukan
Front Nasional
5. Pembubaran
DPR hasil pemilu
6. Pembubaran
masyumi dan PSI
7. Pemasyarakatan
Ajaran NASAKOM
8. Kebijaksanaan
Presiden membentuk Komando Operasi Tertinggi yang diketuai oleh presiden
Untuk memahami ebih lanjur mengenai G30SPKI silahkan mengunjungi wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September

COMMENTS